
BEKASI UTARA– Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyoroti ancaman penyakit hewan menular dan zoonosis yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia saat menghadiri pelantikan kepengurusan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat V periode 2025–2029.
Pelantikan PDHI Jawa Barat V yang meliputi wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi tersebut dinilainya bukan sekadar perhimpunan seremonial, melainkan momentum dipulihkannya amanah untuk memajukan PDHI sebagai organisasi profesi dokter hewan.
“Peran dokter hewan tidak terbatas hanya pada sektor kesehatan hewan saja, tetapi juga merupakan garda terdepan dalam kesehatan global melalui konsep yang kenal dengan One Health atau satu kesehatan,” kata Bobihoe, Selasa (6/1/2026).
Dokter hewan punya peran strategis
Bobihoe menjelaskan dokter hewan memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan hewan ternak, mencegah dan mengendalikan penyakit hewan menular, termasuk penyakit zoonosis yang berpotensi mengancam kesehatan manusia.
Selain itu, dokter hewan juga memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan pangan, keterjangkauan pemanfaatan, serta stabilitas pangan, termasuk jaminan keamanan pangan asal hewan.
“Dokter hewan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan hewan ternak, mencegah dan mengendalikan penyakit hewan menular termasuk penyakit zoonosis yang berpotensi mengancam kesehatan manusia, serta memastikan asal hewan yang berdari masyarakat memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.
Bobihoe menuturkan, tantangan peran dokter hewan ke depan akan semakin kompleks seiring dinamika perubahan iklim, peningkatan lalu lintas hewan dan produk hewan, hingga munculnya penyakit-penyakit baru yang bersumber dari hewan.
“Peran dokter hewan semakin kompleks di masa yang akan datang, mulai dari dinamika perubahan iklim, peningkatan lalu lintas hewan dan produk hewan hingga munculnya penyakit-penyakit baru atau bersumber dari hewan,” tuturnya.
Sehingga Bobihoe menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah (Pemda), organisasi profesi, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Terkhusus di Kota Bekasi, ia menyatakan terdapat sejumlah isu kesehatan hewan yang menjadi perhatian serius
Satu contohnya penelantaran dan overpopulasi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.
Selain itu, penyakit hewan ternak juga menjadi perhatian, mengingat penyakit mulut dan kuku (PMK) pernah menjadi masalah serius dengan lonjakan kasus pada tahun 2022 akibat kurangnya sertifikasi kesehatan dan karantina hewan yang masuk.
Sehingga hal itu juga perlu diperhatikan lebih lanjut kedepannya.
source :
Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Pengurus PDHI Jabar V Dilantik, Wawalkot Bekasi Sebut Dokter Hewan Punya Peran Penting, https://bekasi.tribunnews.com/kota-bekasi/58345/pengurus-pdhi-jabar-v-dilantik-wawalkot-bekasi-sebut-dokter-hewan-punya-peran-penting.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Joseph Wesly
