
Bekasi, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya drh. Alvonsius Albinus Mehan (34) dan Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya, Aprida Rafi (49). Keduanya gugur dalam insiden penembakan oleh kelompok orang tak dikenal di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).
Ketua PDHI Cabang Jawa Barat V, drh. Mirjawal, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta keluarga besar Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya. Ia juga mendoakan Wili Mbuik (26), pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang mengalami luka kritis, agar segera mendapatkan penanganan medis terbaik dan lekas pulih.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami kehilangan rekan sejawat yang gugur ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar drh. Mirjawal.
Insiden bermula ketika rombongan yang terdiri atas delapan pegawai Dinas Pertanian dan Peternakan Jayawijaya menjalankan tugas distribusi program pelayanan di wilayah Muliama. Tiga orang terkena tembakan dalam penyerangan tersebut, sementara lima pegawai lainnya berhasil menyelamatkan diri ke Puskesmas Muliama.
Pengabdian Tanpa Batas di Wilayah Rawan
drh. Mirjawal menegaskan bahwa wafatnya drh. Alfan Mehan merupakan kehilangan besar bagi profesi dokter hewan di Indonesia. Tugas lapangan di wilayah dengan tantangan geografis dan keamanan tinggi menuntut risiko yang tidak ringan demi menjaga kesehatan hewan, mendukung ketahanan pangan, serta menghadirkan pelayanan negara hingga ke pelosok.
“drh. Alfan Mehan gugur bukan ketika meninggalkan tugasnya, tetapi justru ketika sedang menjalankan pengabdian. Di balik pelayanan peternakan sampai ke pelosok, ada tenaga lapangan yang meninggalkan keluarga dan menghadapi berbagai risiko demi masyarakat,” tegasnya.
Desakan Perlindungan dan Keamanan Petugas Publik
Tragedi ini menjadi momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi serius jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan hewan serta seluruh petugas pelayanan publik di wilayah berisiko tinggi.
- Evaluasi Prosedur Pengamanan: Pemetaan risiko dan koordinasi ketat sebelum keberangkatan tugas ke wilayah rawan.
- Pendampingan Aparat: Pengawalan atau pendampingan keamanan yang memadai bagi petugas di lapangan.
- Sistem Darurat: Penyediaan mekanisme komunikasi darurat yang responsif.
- Jaminan Perlindungan: Kepastian hukum dan perlindungan keselamatan bagi petugas beserta keluarganya.
“Tidak boleh ada lagi dokter hewan atau petugas pelayanan publik yang berangkat menjalankan tugas tanpa perlindungan memadai. Keselamatan mereka harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap penugasan,” tambah drh. Mirjawal.
Keluarga besar PDHI Indonesia merasa sangat kehilangan sosok sejawat yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani masyarakat hingga akhir hayat. Pengabdian drh. Alfan Mehan diharapkan menjadi amal kebaikan yang senantiasa dikenang oleh profesi dan negara.
source :
Artikel ini sudah tayang di tvonenews.com pada hari Kamis, 10 September 2026 – 10:35 WIB
Judul Artikel : Seorang Dokter Tewas dalam Insiden Penembakan KKB di Muliama Papua, PDHI: Kami Kehilangan
Link Artikel : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/466135-seorang-dokter-tewas-dalam-insiden-penembakan-kkb-di-muliama-papua-pdhi-kami-kehilangan
Oleh : Reporter : Tim tvonenews.com Editor : Nabila hanum